Community Sites
 
You're in Nubuzz Workshop -- Tips & Tutorial
 
 
Tips & Tutorial

Soundtrack

Film Ada Apa dengan Cinta yang dirilis tahun 2001 yang lalu, seolah mengembalikan kejayaan album soundtrack di dunia musik Indonesia. Melly Goeslaw dan Anto Hoed yang jadi music director album itu, berhasil meramu sebuah album yang sulit untuk dilupakan. Begitu banyak hits muncul dari album itu. Selepas era Catatan si Boy, baru sekitar satu dekade kemudian muncul sebuah album soundtrack yang masuk kategori bagus. Malah, menurut sejumlah pakar musik, salah satu album Indonesia yang pernah dihasilkan adalah album soundtrack Badai Pasti Berlalu yang dirilis pertengahan dekade 80an.

Selama dekade kekosongan itu, yang namanya film seolah diceraiberaikan dengan soundtracknya. Kalaupun ada soundtrack, itu juga dibuat seadanya saja. Banyak orang mikir kalau keberadaan soundtrack itu malah membengkakan budget produksi. Padahal, yang namanya lagu, itu bisa membawa perubahan pada alur sebuah film. Adegan kejar-kejaran di jalanan misalnya, akan lebih cocok kalau dilatari dengan lagu rock yang memberikan kesan tangguh bagi adegan itu. Sebaliknya, kalau adegan putus cinta, lagu menye-menye yang didominasi dentingan gitar atau piano saja sudah semakin membuat adegan itu makin syahdu. Keberadaan sebuah lagu soundtrack malah kadang bisa jauh lebih sukses daripada filmnya atau minimal sama hebatnyalah sama film itu. Album soundtrack Titanic, film paling laris sepanjang masa, bertahan di puncak Billboard 100 (One hundred)nya Amerika selama 146 minggu. Berarti, hampir tiga tahun tuh. Itu juga rekor yang belum bisa dipecahkan sampai sekarang.

Sebelum bicara sukses secara bisnis, yang harus dibahas pertama adalah cocok atau tidaknya sebuah lagu untuk menjadi soundtrack sebuah film. Biasanya, di sebuah film ada music director yang menentukan lagu mana yang bakalan masuk dan lagu mana yang dipakai untuk sebuah adegan tertentu. Di film Kambing Jantannya Raditya Dika, lagu Adelaide Skynya Adhitia Sofyan tampil dengan begitu pas.

Setelah ketemu pasnya, baru deh bicara bisnis. Ada macem-macem kemungkinan yang bisa muncul dalam deal sebuah lagu soundtrack. Bisa saja dibayar flat, artinya si artis hanya menerima uang sekali dan lagu itu berhak untuk digunakan dalam segala macam format film itu, mau di bioskop, mau di televisi, atau bahkan dalam bentuk dvd nantinya. Ada juga yang bayarannya berbentuk royalti. Setiap keping atau setiap penggunaan dihitung nilainya. Jadi si artis terus menerus dapat royalti selama jangka waktu kerja samanya.

Peluangnya jadi macam-macam kan? Itu adalah bukti bahwa yang namanya musik, selalu bisa dikawinkan dengan banyak hal. Dan balik lagi ke nilai dasarnya, musik itu adalah satu hal yang selalu menyenangkan. Selalu mampu menghibur orang dalam berbagai macam keadaan hati.
 
NuBuzz Network - Your Stuff ! All Rights Reserved.      Start | Contacts